ANALISIS PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI ADMINISTRASI DI SEKOLAH
Keywords:
Sistem Informasi Sekolah, Efisiensi Administrasi, Teknologi Informasi, Kompetensi Pengguna, Transformasi Digital, UTAUT, TAMAbstract
Perkembangan teknologi informasi telah mendorong perubahan signifikan dalam sistem administrasi pendidikan. Sekolah dituntut untuk menerapkan sistem informasi yang mampu meningkatkan efisiensi kerja administrasi melalui pengelolaan data yang cepat, akurat, dan terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan sistem informasi terhadap efisiensi administrasi sekolah dengan mempertimbangkan faktor efektivitas sistem sebagai variabel mediasi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif-analitis dengan pengumpulan data melalui kuesioner dan wawancara terhadap 154 responden yang terdiri atas staf administrasi, guru, dan kepala tata usaha di sekolah menengah di Kota Bandung. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda untuk menguji hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan sistem informasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi administrasi sekolah (β = 0.462; Sig. < 0.05). Selain itu, faktor efektivitas sistem yang meliputi kompetensi pengguna, dukungan kebijakan, dan keandalan sistem juga berpengaruh signifikan (β = 0.385; Sig. < 0.05) dan berperan sebagai variabel mediasi yang memperkuat hubungan antara penggunaan sistem informasi dan efisiensi administrasi. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0.713 menunjukkan bahwa 71,3% variasi efisiensi administrasi dijelaskan oleh kedua variabel tersebut. Temuan ini menegaskan bahwa implementasi sistem informasi yang disertai dengan dukungan kebijakan, pelatihan pengguna, dan infrastruktur teknologi yang memadai mampu meningkatkan efisiensi administrasi sekolah secara signifikan. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan model hubungan antara penggunaan sistem informasi dan efisiensi organisasi di bidang pendidikan, serta menjadi dasar empiris bagi sekolah dan pembuat kebijakan dalam mendorong transformasi digital administrasi pendidikan.



